Kuliah Umum “Child Abuse dan Tumbuh Kembang Anak” di Umuslim

Kuliah Umum “Child Abuse dan Tumbuh Kembang Anak” di Umuslim

adminBerita AkademikBreaking Newskebidanannkerjasamakulia umumlldikti acehPG Paudpoltekes acehumuslimUniversitas almuslim

Program Studi Diploma III Kebidanan bekerjasama dengan Program Studi PG-PAUD Fkip Universitas Almuslim mengadakan kuliah umum secara daring dengan tema “Child Abuse dan Tumbuh Kembang Anak” melalui platform zoom meeting,Kamis (22/9/2022).

Kegiatan kuliah umum dibuka oleh Direktur Prodi Diploma III Kebidanan Universitas Almuslim Dewi Maritalia, SST., M.Kes. Menghadirkan pemateri Dr. Sari Rizki, M.Psi, Ka.Prodi PG-PAUD Fkip Universitas Almuslim dan Ns. Sufriani, M.Kep.,S.Kep.An, Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dan dimoderatori Agustina, S.SiT., MKM, dosen Diploma III Kebidanan Umuslim.

Dewi Maritalia, SST., M.Kes pada kesempatan tersebut mengarahkan seluruh peserta agar dapat menyimak materi yang disampaikan dengan baik sehingga dapat dipahami dan dapat diimplementasikan untuk mencegah meluasnya kejadian child abuse di sekitar kita.

Beliau berharap agar mahasiswa dapat mengetahui pentingnya mempelajari dan mengenal lebih jauh lagi tentang Chilld Abuse, termasuk dampak dan penanganannya dalam Tumbuh Kembang Anak.

Pemateri pertama dalam kegiatan ini Dr. Sari Rizki, M.Psi, yaitu Ka.Prodi PG-PAUD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Almuslim dengan topik “ Faktor Risiko dan Karakteristik Anak Child Abuse”.

Dalam materinya Dr. Sari Rizki, M.Psi menjelaskan bahwa Child Abuse merupakan semua bentuk kekerasan pada anak, baik berupa kekerasan fisik, psikis, seksual maupun pelalaian terhadap anak yang dilakukan dengan sengaja yang menyebabkan kecacatan pada anak bahkan dapat mengganggu emosional dan perkembangan anak yang berefek pada jangka panjang bahkan dapat menyebabkan kematian.

Pemateri juga menyebutkan bahwa child abuse seperti fenomena gunung es, karena sangat sulit untuk terdeteksi. Dan pelaku child abuse yang paling sulit terdeteksi adalah orangtuanya sendiri atau orang yang terdekat dengan anak, karena perlakuan yang sederhana menurut kita biasa-biasa saja, namun sebenarnya bagi anak adalah sebuah kejahatan.

Selain itu Dr. Sari Rizki, M.Psi, juga menyampaikan bahwa dampak terburuk dari child abuse adalah trauma (Inner Child Negative). Inner child dibentuk sejak dari kandungan hingga anak usia 6 tahun. Jika sejak kecil seorang anak sudah mengalami kekerasan, maka akan dibawa sampai ke alam bawah sadar anak. Sehingga kekerasan-kekerasan yang dialaminya saat kecil akan mengakibatkan trauma dan muncul pada masa dewasa saat anak mengalami kejadian/peristiwa yang sama dengan kejadian pada masa kecilnya.

Pemateri kedua Ns. Sufriani, M.Kep., S.Kep.An, merupakan Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, menyajikan materi dengan topik “Dampak Child Abuse terhadap Tumbuh Kembang Anak dan Penanganannya”.

Dalam paparannya beliau menerangkan bahwa dampak child abuse pada anak dapat berupa dampak fisik (seperti luka, memar, cacat, kematian, gangguan makan, tidur, dan aktivitas), dampak psikis (seperti trauma, depresi, sedih, anti sosial, atau melakukan penganiayaan balik), dampak seksual (seperti gangguan fungsi organ reproduksi, pendarahan, PMS, HIV/AIDS, kehamilan tidak diinginkan), dan dampak ekonomi, seperti kehilangan tempat tinggal, dan biaya perawatan medik.
Beliau juga menyebutkan child abuse ini seperti lingkaran setan, dimana orang yang pernah mengalami perlakuan child abuse akan melakukan hal sama pada orang lain.

Pada kesempatan selanjutnya Ns. Sufriani, M.Kep., S.Kep.An, menambahkan beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menangani kasus child abuse, diantaranya adalah meningkatkan skill parenting pada orangtua atau pengasuh anak, mengajarkan anak untuk berpikir kritis, dan berani menolak serta berpendapat, merubah pandangan masyarakat tentang anggapan kekerasan adalah bentuk disiplin, memfasilitasi layanan pengaduan di lingkungan, menerapkan hukum perlindungan anak, dan melakukan pengumpulan data.

Kuliah umum diikuti sekitar dua ratus peserta terdiri dosen, tenaga kesehatan, mahasiswa, guru PAUD dan masyarakat umum. Peserta selain dari Kabupaten Bireuen sekitarnya, juga diikuti peserta dari Banda Aceh.

Menurut salah seorang panitia Sri Raudhati, Moderator kuliah umum menyimpulkan bahwa kebutuhan dasar anak seperti kebutuhan asuh, asih, dan asah merupakan hal yang sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan fisik, pemenuhan kebutuhan emosi atau kasih sayang, dan pemenuhan kebutuhan stimulasi dalam pantauan tumbuh kembang anak yang optimal dan mencegah atau mengatasi child abuse. Kegiatan ini ditutup dengan doa dan foto bersama di akhir acara dengan harapan agar ilmu yang diperoleh pada kesempatan ini dapat bermanfaat dan berkah bagi semua.(Humas-Umuslim)

Sumber Berita : Sri Raudhati,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *